Game
Developer Game Jadul Kagum Umamusume Pakai Kuda Asli
Developer Game Jadul Kagum Umamusume Pakai Kuda Asli

Sebelum popularitas Umamusume mencuat ke skala global, dunia game Jepang sudah lebih dulu mengenal tantangan besar yang dihadapi Developer Game saat menghadirkan unsur dunia nyata. Kisah ini kembali mencuat setelah pengakuan pengembang game balap kuda legendaris Derby Stallion yang mengungkap betapa sulitnya menggunakan nama kuda asli, sebuah hal yang kini berhasil dilakukan Umamusume secara masif dan legal.

Developer Game Balap Kuda dan Tantangan Nama Asli

Industri game Jepang pada era 90-an diwarnai oleh kemunculan Derby Stallion, sebuah seri simulasi balap kuda yang dikembangkan oleh Developer Game ASCII. Seri ini pertama kali dirilis pada 1991 melalui Derby Stallion: Best Race di Famicom dan langsung menjadi fenomena nasional. Sebagai Developer Game, ASCII dikenal berani menghadirkan simulasi balap dan breeding kuda secara realistis, jauh sebelum konsep tersebut populer di era Umamusume.

 

Umamusume Dev Game

Umamusume Dev Game

 

Dalam wawancara dengan Game*Spark, Tsuyoshi Kaneda selaku Developer Game ASCII menjelaskan bahwa sejak seri perdana, Derby Stallion sebenarnya sudah menggunakan nama pejantan asli. Meski demikian, nama kuda pacu dan jockey masih harus disamarkan. Keinginan kreator seri, Hiroyuki Sonobe, untuk menggunakan nama asli kuda selalu terbentur kendala hukum yang rumit, kondisi yang sangat berbeda dengan situasi Umamusume saat ini.

Negosiasi Panjang Developer Game dengan Industri Balap Kuda

Upaya Developer Game ASCII untuk mengamankan izin nama asli melibatkan berbagai pihak, termasuk Japanese Racing Association. Meski JRA tidak keberatan, pihak tersebut meminta agar Developer Game melakukan negosiasi langsung dengan para pemilik kuda. Setiap pemilik memiliki pandangan berbeda, mulai dari mengizinkan penggunaan nama hingga menolak pemberian statistik dalam game, yang dianggap sensitif bagi citra kuda tersebut, sebuah tantangan ya