Aurora PH Juara M7 World Championship, Dominasi MLBB Filipina Berlanjut
Aurora PH sukses menjuarai M7 World Championship Mobile Legends usai mengalahkan Alter Ego 4-0 dan memperpanjang dominasi Filipina.
Kemenangan Aurora PH di ajang M7 World Championship kembali menegaskan dominasi Filipina dalam kompetisi Mobile Legends tingkat dunia. Keberhasilan ini bukan sekadar gelar juara, melainkan simbol konsistensi kekuatan regional Filipina di M-Series Mobile Legends yang terus bertahan dari tahun ke tahun.
Aurora PH Pastikan Gelar Juara Dunia MLBB
Aurora PH resmi keluar sebagai juara M7 World Championship setelah menumbangkan Alter Ego dengan skor telak 4-0 di Grand Final Mobile Legends. Hasil ini memperpanjang rentetan dominasi Filipina di ajang M-Series Mobile Legends yang telah berlangsung selama enam tahun berturut-turut, menjadikan Aurora PH sebagai simbol kekuatan regional yang sulit ditandingi.

Foto: MOONTON Games.
Kemenangan Aurora PH pada M7 World Championship kembali menunjukkan bahwa Filipina masih berada di puncak persaingan Mobile Legends global. Sejak tahun 2020, tim-tim Filipina selalu berhasil mempertahankan gelar juara M-Series, dan prestasi Aurora PH di M7 World Championship mempertegas superioritas tersebut.
Aurora PH Tampil Dominan di Grand Final
Pada laga puncak M7 World Championship, Aurora PH tampil sangat disiplin sejak game pertama Mobile Legends. Mereka berhasil mengamankan kemenangan mutlak 4-0 tanpa memberi kesempatan Alter Ego untuk mengembangkan permainan, menjadikan Grand Final ini sebagai panggung dominasi penuh Aurora PH.

Foto: MOONTON Games.
Meskipun Alter Ego diperkuat oleh pemain-pemain berbakat seperti Nino, Arfy, Hijumee, Alekk, Yazukee, Rinee, dan Cyruz, strategi Aurora PH di M7 World Championship Mobile Legends terbukti lebih solid. Rotasi cepat, kontrol objektif yang rapi, serta pemilihan hero yang efektif menjadi faktor utama kemenangan tim asal Filipina tersebut.
Indonesia Kembali Finis Runner-Up di M-Series
Hasil Grand Final M7 World Championship ini kembali menempatkan Indonesia sebagai runner-up Mobile Legends. Sebelumnya, ONIC Esports finis di posisi kedua pada M5, disusul Team Liquid ID di M6, dan kini Alter Ego harus puas menempati posisi runner-up setelah dikalahkan Aurora PH.

Foto: MOONTON Games.
Meski gagal membawa pulang trofi M7 World Championship, pencapaian Alter Ego di Mobile Legends tetap patut diapresiasi. Perjalanan hingga Grand Final membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi pesaing utama Filipina, meskipun Aurora PH kembali menjadi penghalang terbesar.
Rivalitas Indonesia dan Filipina Terus Berlanjut
Final M7 World Championship kembali menegaskan bahwa rivalitas Indonesia dan Filipina masih menjadi pusat perhatian di skena Mobile Legends dunia. Aurora PH dan Alter Ego menunjukkan bahwa kedua negara tetap menjadi kekuatan utama dalam peta persaingan MLBB internasional.

Foto: MOONTON Games.
Kekalahan Alter Ego dari Aurora PH di M7 World Championship Mobile Legends menjadi bahan evaluasi penting bagi tim-tim Indonesia. Dengan pembenahan strategi, regenerasi pemain, dan peningkatan kualitas liga domestik, peluang Indonesia untuk merebut kembali gelar juara dunia tetap terbuka.
Aurora PH Kukuhkan Filipina sebagai Raja MLBB
Keberhasilan Aurora PH menjuarai M7 World Championship tidak hanya mengamankan satu trofi Mobile Legends, tetapi juga memperpanjang dominasi Filipina di ajang M-Series selama enam tahun berturut-turut. Prestasi ini semakin menegaskan posisi Filipina sebagai penguasa kompetisi MLBB dunia.

Foto: MOONTON Games.
Sementara itu, Indonesia masih harus menunda ambisi membawa pulang gelar juara M-Series Mobile Legends. Meski demikian, performa Alter Ego di M7 World Championship menunjukkan bahwa harapan tersebut masih hidup dan dapat kembali diperjuangkan pada edisi berikutnya.
Rekomendasi
Esports Nations Cup 2026 Resmi Hadirkan Game MLBB
4 hari yang lalu
Alter Ego vs SRG Pecahkan Rekor Viewer MLBB di M7 World Championship
4 hari yang lalu
Alter Ego Bangkit! Liquid PH Menggila di Knockout M7
5 hari yang lalu
ONIC ID Gugur, Aurora PH ke Grand Final M7
6 hari yang lalu