Komdigi akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik sistem rating IGRS di Steam yang sempat membingungkan publik. Isu Komdigi ini mencuat setelah munculnya rating tidak wajar pada sejumlah game, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai validitas sistem Komdigi dan integrasinya dengan platform Steam.
Penjelasan Komdigi Soal Rating IGRS di Steam
Komdigi menjelaskan bahwa permasalahan rating IGRS di Steam terjadi akibat miskomunikasi antara pihak terkait dalam implementasi awal sistem Komdigi. Dalam keterangan resmi Komdigi, disebutkan bahwa Steam telah mengirimkan permintaan maaf melalui email karena kesalahan tersebut, yang berakar dari belum sinkronnya sistem Komdigi dengan platform mereka.

Komdigi melalui Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa sistem rating Komdigi yang muncul di Steam masih bersifat self-assessment. Artinya, penilaian tersebut dilakukan secara mandiri oleh Steam tanpa melalui proses verifikasi resmi dari Komdigi, sehingga hasilnya tidak mencerminkan standar Komdigi yang sebenarnya.
Sistem Belum Terintegrasi dengan Komdigi
Komdigi mengungkapkan bahwa sistem IGRS yang tampil di Steam belum terhubung dengan sistem resmi Komdigi. Dalam kondisi ini, Komdigi belum menerima data rating untuk diverifikasi sebagaimana prosedur yang seharusnya, sehingga sistem Komdigi yang tampil belum valid secara administratif.
Lebih lanjut, Komdigi juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Steam belum berjalan sepenuhnya. Komdigi menyebut belum adanya MoU maupun integrasi API antara kedua pihak menjadi penyebab utama ketidaksinkronan sistem Komdigi yang muncul ke publik.
Dampak Kesalahan Rating dan Reaksi Publik
Komdigi mencatat bahwa kesalahan sistem ini menyebabkan berbagai kejanggalan dalam rating IGRS di Steam. Beberapa game dengan konten dewasa justru mendapatkan rating rendah seperti 3+, yang jelas tidak sesuai dengan standar Komdigi yang berlaku.
Sebaliknya, Komdigi juga menemukan bahwa game besar seperti “Clair Obscur: Expedition 33” dan “Metal Gear Solid Delta: Snake Eater” justru diberi label tidak layak didistribusikan. Hal ini memicu reaksi keras dari komunitas gamer Indonesia yang mempertanyakan kredibilitas sistem Komdigi.
Langkah Perbaikan dan Status Terkini
Komdigi memastikan bahwa saat ini sistem rating di Steam untuk pengguna Indonesia telah kembali menggunakan PEGI. Komdigi juga menyampaikan bahwa fitur IGRS tersebut telah diturunkan sementara guna menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.
Ke depan, Komdigi dan pihak Steam dijadwalkan akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas implementasi sistem yang lebih terintegrasi. Komdigi berharap proses ini dapat memastikan bahwa sistem rating yang digunakan nantinya benar-benar sesuai dengan standar resmi Komdigi.
Tagar
Rekomendasi
Penggemar Anime Wajib Datang! Muse Super Anime Pop Up Telah Resmi Dibuka
8 hours ago
Rekap MPL ID S17 Week 2 Day 3: NAVI Tumbang, EVOS dan RRQ Kian Terpuruk
1 day ago
Hasil MPL ID S17 Week 2 Day 2: AE Tumbangkan EVOS, TLID Lanjut Winstreak
1 day ago
BLUE BOX Season 2 Rilis Teaser Perdana, Tayang Oktober 2026
4 days ago