Game
Motivasi Berbeda Sanz dan Nino di M7 World Championship
Motivasi Berbeda Sanz dan Nino di M7 World Championship

Ajang M7 World Championship kembali menjadi sorotan publik esports Tanah Air, terutama dengan hadirnya dua nama penting yaitu Sanz dan Nino. Keduanya tampil sebagai pilar utama ONIC Esports dan Alter Ego dengan latar belakang serta motivasi yang berbeda. Di tengah harapan besar publik Indonesia untuk kembali berjaya di panggung dunia, perjalanan M7 World Championship, Sanz, dan Nino menjadi cerita menarik yang sarat makna dan emosi.

Perjalanan Indonesia di M7 World Championship Bersama Sanz dan Nino

Sejak gelaran M1, Indonesia belum kembali merasakan gelar juara dunia Mobile Legends: Bang Bang. Di M7 World Championship, status Indonesia sebagai tuan rumah menghadirkan harapan besar, terutama melalui performa Sanz bersama ONIC Esports dan Nino yang membela Alter Ego. Kesempatan tampil di hadapan publik sendiri menjadikan M7 World Championship, Sanz, dan Nino berada dalam tekanan sekaligus peluang besar untuk mengembalikan kejayaan.

Keluarga sebagai Sumber Motivasi Utama Sanz

Bagi Sanz, M7 World Championship bukan sekadar turnamen, melainkan pembuktian dedikasi kepada keluarga. Sejak debut bersama ONIC Esports di M3, Sanz terus menunjukkan konsistensi luar biasa, sementara Nino menjadi pembanding menarik dari sisi perjalanan karier. Motivasi Sanz berasal dari tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga, yang membuat dirinya terus lapar akan gelar di M7 World Championship bersama Nino sebagai sesama wakil Indonesia.

“Saya selalu ingat tujuan saya datang ke Jakarta, yaitu membawa hasil terbaik untuk keluarga,” ujar Sanz, yang menegaskan bahwa setiap laga di M7 World Championship, baik yang dijalani Sanz maupun Nino, adalah bentuk dedikasi total.

Konsistensi dan Ambisi Sanz di Level Dunia

Meski telah mengoleksi banyak gelar domestik, Sanz tetap menjaga bara kompetitifnya hingga M7 World Championship. Hal ini diakui oleh Kiboy, yang menyebut bahwa ambisi Sanz terlihat jelas setiap kali ONIC mengalami kekalahan. Dalam konteks persaingan M7 World Championship, sikap tersebut menjadi pembeda antara Sanz dan Nino, yang sama-sama berusaha membawa timnya menuju puncak dunia.

M7 World Championship sebagai Panggung Pembuktian Nino

Berbeda dengan Sanz, Nino menjadikan M7 World Championship sebagai panggung debutnya di kejuaraan dunia. Bergabung dengan Alter Ego sejak 2021, Nino harus melewati fase naik-turun performa yang cukup berat. Namun, kepercayaan manajemen menjadi bahan bakar utama Nino untuk terus bertahan, sejajar dengan ambisi Sanz di M7 World Championship.

“Saya ingin membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak salah,” kata Nino, yang mendapat dukungan penuh dari CEO Alter Ego, Delwyn Sukamto, saat berada di titik terendah kariernya.

Harapan Indonesia di M7 World Championship

Dengan motivasi keluarga dari Sanz dan kepercayaan besar yang dipegang Nino, M7 World Championship menjadi arena penentuan bagi wakil Indonesia. ONIC Esports dan Alter Ego akan memulai perjuangan di Swiss Stage pada 10 Januari 2026 di Jakarta Barat. Publik berharap Sanz, Nino, dan seluruh wakil Indonesia mampu mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia di M7 World Championship.