Game
Dua Jalan Menuju Puncak M7 World Championship: Onic dan Alter Ego
Dua Jalan Menuju Puncak M7 World Championship: Onic dan Alter Ego

Sebagai tuan rumah M7 World Championship, Indonesia kembali menaruh harapan besar pada Onic dan Alter Ego untuk mengakhiri dominasi Filipina di panggung dunia. Antusiasme komunitas MLBB Tanah Air yang begitu besar membuat M7 World Championship menjadi momentum penting bagi Onic dan Alter Ego untuk membuktikan kualitas region Indonesia di level global.

Indonesia dan Ambisi Besar di M7 World Championship

Sejak awal perkembangan kompetitif MLBB, Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat kekuatan terbesar, baik dari sisi jumlah pemain, kualitas kompetisi, maupun dukungan penggemar. Dalam konteks M7 World Championship, ekspektasi terhadap Onic dan Alter Ego semakin tinggi karena Indonesia berstatus sebagai tuan rumah, sehingga M7 World Championship menjadi panggung ideal bagi Onic dan Alter Ego untuk kembali mengangkat piala dunia ke Tanah Air.

Perjalanan Indonesia di turnamen internasional MLBB tidak selalu mulus, meski memiliki basis pemain yang besar. Pada ajang resmi seperti MSC 2017 hingga 2018, Indonesia belum mampu menjadi juara hingga akhirnya Onic membawa Indonesia meraih gelar MSC 2019. Momentum tersebut menjadi tonggak sejarah menuju M7 World Championship, di mana Alter Ego kini turut menjadi representasi penting bersama Onic.

Pada M-Series perdana tahun 2019, Indonesia bahkan langsung menciptakan All Indonesian Finals antara EVOS Legends dan RRQ Hoshi. Namun setelah itu, dominasi Filipina terjadi selama lima edisi beruntun, sehingga M7 World Championship menjadi ajang pembuktian penting bagi Onic dan Alter Ego untuk mematahkan tren tersebut dan mengembalikan kejayaan Indonesia.

Onic sebagai Simbol Dominasi dan Konsistensi

Sebagai juara MPL ID Season 16, Onic datang ke M7 World Championship dengan status unggulan utama dari Indonesia. Performa stabil dan kualitas individu pemain yang merata menjadikan Onic sebagai salah satu tim paling disegani, sementara Alter Ego hadir sebagai pelengkap kekuatan Indonesia di M7 World Championship.

Konsistensi permainan menjadi modal terbesar Onic dalam menghadapi M7 World Championship. Kemampuan SANZ dan rekan-rekan dalam menjaga performa dari musim ke musim tidak hanya membawa hasil domestik, tetapi juga menjadi faktor krusial saat menghadapi tekanan tinggi di turnamen global, termasuk saat bersaing dengan Alter Ego sebagai sesama wakil Indonesia.

Dalam sembilan musim terakhir MPL ID, Onic mencatatkan tujuh gelar juara, sebuah pencapaian yang menegaskan dominasi mereka. Ambisi meraih gelar dunia yang belum pernah diraih menjadi motivasi tambahan bagi Onic di M7 World Championship, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi Alter Ego untuk menantang batas kemampuan mereka sendiri.

Alter Ego sebagai Simbol Kebangkitan dan Keberanian

Bagi Alter Ego, keikutsertaan di M7 World Championship menjadi kisah kebangkitan yang sarat makna. Setelah terakhir tampil di M2 World Championship 2020, Alter Ego akhirnya kembali ke panggung dunia, sejajar dengan Onic, membawa semangat baru ke M7 World Championship.

Keberhasilan Alter Ego menjadi runner-up MPL ID Season 16 tergolong mengejutkan, mengingat komposisi tim yang diisi banyak pemain muda dan rookie. Dipimpin oleh Nino sebagai pemain senior, Alter Ego membuktikan bahwa regenerasi mampu menghasilkan performa kompetitif, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di M7 World Championship bersama Onic.

Status “kuda hitam” yang disematkan kepada Alter Ego justru menjadi keuntungan strategis di M7 World Championship. Minimnya sorotan membuat Alter Ego berpeluang tampil tanpa tekanan besar, sementara Onic tetap menjadi pusat perhatian, dan keduanya memiliki tujuan yang sama untuk mengharumkan nama Indonesia.

Satu Tujuan, Dua Jalan Berbeda

Meski menempuh jalur yang berbeda, Onic dan Alter Ego memiliki satu tujuan utama di M7 World Championship, yaitu memulangkan piala dunia ke Tanah Air. Perpaduan antara konsistensi Onic dan kebangkitan Alter Ego menjadi simbol harapan baru bagi Indonesia untuk kembali menorehkan sejarah di panggung MLBB dunia.