Fortnite Ngambek ke iOS Jepang, Apple Kena Semprot Epic Games
Fortnite batal kembali ke iOS Jepang pada 2025. Epic Games menuding Apple melanggar semangat regulasi dan merugikan developer game.
Ketegangan antara Game Fortnite, Epic Games, dan Apple iOS kembali mencuat di Jepang. Meski Apple mengklaim telah membuka ekosistem iOS sesuai regulasi baru, Epic Games justru menyatakan Fortnite tidak akan kembali ke iOS Jepang pada 2025. Keputusan ini memunculkan polemik besar di industri game, khususnya terkait praktik bisnis Apple yang dinilai tidak sejalan dengan semangat kompetisi yang adil.
Perubahan Aturan iOS Jepang dan Respons Epic Games
Apple pekan ini mengumumkan penyesuaian sistem iOS, khususnya untuk Game dan developer di Jepang, guna mematuhi Mobile Software Competition Act. Aturan ini mewajibkan Apple membuka iOS bagi marketplace pihak ketiga serta mengizinkan sistem pembayaran di luar In-App Purchase, yang selama ini menjadi sorotan Epic Games.

Mulai iOS 26.2, developer Game di Jepang diklaim dapat mendistribusikan aplikasi melalui toko alternatif dan memproses pembayaran digital secara eksternal tanpa harus sepenuhnya bergantung pada sistem Apple iOS. Langkah ini awalnya memunculkan harapan bahwa Fortnite dapat kembali hadir di iOS Jepang setelah absen cukup lama akibat konflik dengan Epic Games.
Namun, harapan tersebut tidak terwujud. CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyatakan bahwa Fortnite dipastikan tidak kembali ke iOS Jepang pada 2025. Dalam unggahannya di platform X, ia menilai implementasi kebijakan Apple justru menyimpang dari semangat regulasi yang ditetapkan pemerintah Jepang dan tetap merugikan developer Game.
Biaya Tambahan dan Praktik yang Dinilai Antikompetitif
Tim Sweeney mengungkap bahwa Apple masih mengenakan biaya yang disebutnya sebagai “junk fee” sebesar 21 persen untuk pembayaran pihak ketiga di dalam aplikasi iOS, serta 15 persen untuk pembelian yang dilakukan melalui web. Menurut Epic Games, kebijakan ini tetap menekan margin developer Game, termasuk Fortnite, meskipun pembayaran dilakukan di luar sistem Apple.
Selain itu, Epic Games juga menyoroti layar peringatan di iOS yang muncul saat pengguna memilih pembayaran eksternal. Layar tersebut dianggap bersifat antikompetitif karena menyudutkan developer Game dengan pernyataan bahwa keamanan dan privasi berada di luar tanggung jawab Apple. Epic menilai pendekatan ini berpotensi memengaruhi keputusan pengguna dan merugikan ekosistem kompetisi yang sehat.
Tak berhenti di situ, Apple juga dituding menarik biaya tambahan sebesar 5 persen dari pendapatan aplikasi Game yang didistribusikan melalui toko pesaing, disertai kewajiban pelaporan pendapatan. Tim Sweeney menegaskan bahwa praktik serupa sebelumnya telah dinyatakan ilegal oleh pengadilan di Amerika Serikat dalam konteks konflik antara Epic Games dan Apple.
Kelanjutan Konflik Epic Games dan Apple
Konflik antara Epic Games, Fortnite, dan Apple iOS telah berlangsung sejak 2020 dan hingga kini belum menemukan titik temu. Dengan situasi terbaru di Jepang, Epic Games berencana membawa keluhan terbarunya ke Japanese Fair Trade Commission, menandai babak baru dalam perseteruan panjang di industri Game global.
Rekomendasi
M7 Opening Ceremony Ubah Jakarta Jadi Panggung Esports Dunia
1 hari yang lalu
Motivasi Berbeda Sanz dan Nino di M7 World Championship
3 hari yang lalu
Dua Jalan Menuju Puncak M7 World Championship: Onic dan Alter Ego
3 hari yang lalu
Team Zone dan Boostgate Lengkapi Slot Swiss Stage M7 World Championship
4 hari yang lalu